Menulis Apa ya?

Sejak saya tereliminasi dari grup #1minggu1cerita, saya sudah tidak menulis di blog ini lagi. Silakan tengok post sebelumnya di Bulan Maret 2017 dengan judul Namanya … Keinginan menulis sebenarnya besar sekali, banyak hal-hal yang ingin saya catat dan bagikan, dengan harapan manfaat bagi orang lain.

Kesedaran adalah matahari.
Kesabaran adalah bumi.
Keberanian menjadi cakerawala.
Dan perjuangan
adalah perlaksanaan kata-kata.

Sebagaimana yang dituliskan Rendra dalam bait terakhir Paman Doblang-nya, Dan perjuangan adalah perlaksanaan kata-kata. Ada benarnya jika perjuangan saya untuk konsisten dalam menulis masih nihil, masih sebatas kata-kata tanpa pelaksanaan yang nyata. lantas, apa?

lari di jalan

mo·ti·va·tion

/ˌmōdəˈvāSH(ə)n/
noun

  • the reason or reasons one has for acting or behaving in a particular way.
  • the general desire or willingness of someone to do something.

Ketika judul tulisan ini saya lafalkan di depan cermin, apa jawaban yang saya dapatkan? Niat. Tidak kurang dan tidak lebih. Karena bahwasanya niat ini adalah kuncup daripada bunga motivasi. Hal ini pula yang mengingatkan saya pada satu pesan sosok panutan saya, Nabi Muhammad,

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.

(HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Lantas, pertanyaan yang sekaligus menjadi judul tulisan ini pun harusnya dapat terjawab dengan mudah. Jika saya sedang bingung dan tak tahu arah jalan pulang hendak menulis apa, kembali tanyakan kepada diri sendiri, apa niatnya kamu menulis? Ingin traffic blog yang tinggi, menjadi blogger kawakan yang dicari oleh agency dan brand, atau sekadar membuat tulisan yang bermanfaat untuk orang lain? Bebas.

Saya jadi teringat salah satu blogpost istri saya tentang relaktasi. Betapa bahagia terpancar dari wajahnya ketika dia bercerita bahwa ada seorang ibu yang mengalami kasus serupa dan akhirnya berlanjut diskusi dengan istri saya. Suatu tulisan yang bermanfaat. Alhamdulillah.

Jadi, Rifqi, jika suatu saat kamu sedang bingung hendak menulis apa, silakan baca post ini kembali. Satu catatan kecil dari dirimu di masa lampau.

2 Replies to “Menulis Apa ya?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *