Dear John – Nicholas Sparks

Dear John

 Dear John

Judul : Dear John
Penulis : Nicholas Sparks 
Penerjemah : Barokah Ruziati 
Ilustrasi : A.W. Marcel 
Tebal buku : 392 Halaman+Cover
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Juni 2010
Rate 4 out of 5 stars

“Dear John” demikian surat itu dimulai. Dan dari dua kata itu, ada hati yang patah dan dua anak manusia yang hidupnya berubah selamanya.

Awalnya saya tertarik dengan buku ini karena banyak tweet dari @dearjohnfilms yang di-retweet oleh rekan-rekan saya. Oke, saya simpulkan ini buku yang cukup bagus untuk dibaca setelah melihat rating di goodreads dengan skor 3.91 dari skala 5. Ya relatif bagus untuk kalangan mainstream lah. Continue Reading →

Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer

http://d.gr-assets.com/books/1239332221l/6390493.jpg

Judul : Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer
Pengarang : Jujun S. Suriasumantri
Jumlah Halaman : 384 Halaman
Penerbit : Pustaka Sinar Harapan
Tahun terbit : 2007
Cetakan ke- : 20
ISBN : 978-979-416-899-8

Apa sih itu filsafat?
Hubungan filsafat dengan ilmu bagaimana?
Kedudukan ilmu di kehidupan itu seperti apa?

Setidaknya pertanyaan itulah yang menyeruak dalam benak saya ketika melihat buku ini. Rasa penasaran, ketertarikan dan tentunya keinginan untuk memenuhi rasa ingin tahu saya akhirnya mendorong saya untuk membeli buku ini. Sayangnya bagi saya ini bukan buku yang filsafat yang ringan seperti dunia sophie. Buku ini justru seperti buku referensi perkuliahan. Bahkan buku ini benar-benar berbicara aspek-aspek filosofis khususnya yang bersinggungan dengan ilmu tentunya.

Pemaparan buku ini relatif menarik dan mudah dicerna oleh orang awam seperti saya, terlebih ada ilustrasi dan studi kasus pada tiap bab pembahasannya. Seperti halnya pemaparan tentang metafisika yang menjelaskan alasan dibalik berkembangnya mitologi dalam masyarakat. Juga pada sub-bab tentang pengetahuan dipaparkan mengapa suatu bangsa bisa tergolong maju secara teknologi namun bangsa tersebut sulit untuk berkembang. Perbedaan mendasar antara sains, agama dan filsafat, dan masih banyak lagi.

Selain itu, buku yang pertama kali terbit tahun 1982 ini juga memiliki isi yang terstruktur dengan baik. Penulis mulai berbicara pada hal-hal yang sederhana dan mendasar seperti yang ditemukan pada bab pertama dan kedua tentang kaitan ilmu dan filsafat serta dasar-dasar pengetahuan. Setidaknya kepingan informasi berhasil disusun penulis sebagai bekal untuk memahami apa yang dibicarakan pada bab berikutnya. Struktur isi buku yang terbangun dengan baik mengakibatkan alur/flow buku ini terbangun dengan baik pula, membuat pembaca tidak cepat jenuh dalam membalik setiap lembarannya.

Layaknya buku rujukan perkuliahan, buku ini terbilang apik dalam menyertakan rujukan-rujukan yang digunakannya. Daftar pustaka, catatan kaki dan index turut melengkapi buku ini. Banyaknya catatan kaki akan pembaca temukan bahkan pada hampir tiap lembarnya. Tidak terkecuali untuk ilustrasi yang disertakan pada buku ini, bahkan kredit ilustrasi disampaikan pada awal bagian buku. Akan tetapi tenang saja, banyaknya catatan kaki yang menghiasi halaman buku ini tidak terlalu mengganggu kenyamanan dalam menelusuri kata demi kata dalam buku ini.

Sayangnya sebagai orang awam, saya tidak dapat memberikan pendapat tentang relevansi pokok-pokok ide yang disampaikan penulis terhadap filsafat ilmu itu sendiri. Buku ini sekadar menjadi penambah pengetahuan bagi saya. Mungkin beda hal-nya jika anda adalah seorang yang bergelut dalam bidang filsafat, khususnya filsafat ilmu.

Pemilihan huruf times new roman dan ruang antar baris yang sangat kecil mengakibatkan buku ini benar-benar membuat saya mengantuk, khususnya pada bagian awal buku ini. Memang membaca buku filsafat tidak semudah membaca novel, roman apalagi komik. Dibutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi untuk membaca dan memahami maksud yang disampaikan penulis.

Dilihat dari desain sampulnya, buku ini terlalu kuno. Hanya ilustrasi ganesha yang menemani informasi dasar di bagian muka buku. Walau pemilihan warna biru yang mendominasi sampul buku ini sangat erat maknanya dengan filsafat dan ilmu itu sendiri, desain sampulnya lebih cocok jika buku ini memang merupakan textbook rujukan perkuliahan. Karena saya menganggap buku ini sebagai buku yang ditujukan untuk umum, seharusnya desain sampulnya lebih ramai dengan ilustrasi atau gambar latar benda abstrak sekalpun.

Secara keseluruhan, buku ini layak dibaca untuk anda yang awam namun tertarik atau sekadar ingin tahu tentang filsafat ilmu. Selebihnya, banyak informasi dan pengetahuan yang menarik baik itu isu kontemporer maupun hal-hal yang sudah bersinggungan dengan kita sehari-hari namun ditinjau dari aspek filsafati.

Rating : 4 out of 5 stars

Gadis Jeruk

http://www.bookoopedia.com/images/products/gadis-jeruk.png

Judul Buku : Gadis Jeruk
Penulis :  Jostein Gaarder
Penerbit : Mizan
Tahun: Oktober 2011, Cetakan II, Gold Edition
Tebal: 259 halaman + Cover

Apa yang anda pikirkan ketika di hadapan anda ada setumpuk kertas berisikan pesan wasiat dari orang yang telah lama tiada.? Sepetak tanah? emas permata? ataukah benda pusaka? Berbeda dengan surat wasiat pada umumnya yang berisikan pembagian harta warisan, surat wasiat ini justru tidak membahas harta sama sekali. Hanya cerita. Itu saja. Continue Reading →

Rumah Kopi Singa Tertawa

ISBN : 9789791079266
Author : YUSI AVIANTO PAREANOM
Language : INDONESIA
Date Published : September 2011
Type : SOFT COVER
No. of Pages : 172
Dimensions (cm) : 14×21

Anda mungkin sering tertawa dengan lawakan-lawakan layar kaca. Namun anda harus membaca buku ini jika ingin tertawa dengan elegan. Buku ini memang bisa dikatakan tidak lazim. Anda harus mengerahkan segenap fokus pikiran untuk menikmati buku ini.

Kumpulan cerita ringkas ini sangat cocok dinikmati dalam berbagai posisi dan situasi. Di dalam setiap ceritanya anda akan menemukan hal yang sangat tak terduga. Bahkan untuk cerita berjudul ‘sengatan gwen’, saya tidak bisa berhenti terbahak setidaknya untuk lima menit. Haha.

Namun beberapa cerita membutuhkan ‘pengetahuan lebih’ dalam menikmatinya. Seperti pengetahuan tentang setting keratonsentris, beberapa tokoh dalam cerita pewayangan, semacam kutukan dan sebagainya.

Overall, saya sangat menyukai buku ini. Dan saya merokemndasikannya bagi anda yang ingin tertawa dengan cerdas

Anak Rembulan – Djokolelono

Paperback, 350 pages
Published August 2011 by Penerbit Mizan / Mizan Fantasi
ISBN139789794336373
edition language : Indonesian
original title : Anak Rembulan – Negeri Misteri di Balik Pohon Kenari
author : Dkokolelono

Untuk pembaca yang tidak terbiasa dengan kisah fiksi fantasi,bisa dibilang aneh melihat seorang anak menggunakan seragam Manchester united merah menyala dalam keremangan. Apalagi judul yang tertulis pada cover buku ini, Anak Rembulan, membuat kita berpikir keras untuk mencari korelasi antara judul dan ilustrasi cover. Namun kita sedikit terbantu dengan adanya subjudul yang tertera di cover. Jika diperhatikan dengan seksama maka ilustrasi pada cover belakang cukuplah membantu pembaca untuk menerka isi dari Anak rembulan ini. Siluet sekelompok orang yang mungkin kelompok petualang dan, Aha! sebuah rembulan.

Nono, seorang anak kota yang tengah berlibur ke rumah kakek-neneknya di kampung tiba-tiba mengalami serangkaian kejadian diluar nalar manusia. Mulai dari terjebak dalam pohon kenari, bertemu dengan sekelompok pencuri, bahkan bertemu dengan gadis bermata biru dan rambut pirang! Padahal ia sadar tengah mengendarai sepeda ke Njari dari rumah mbah-nya di wlingi.

Dalam buku ini, Nono digambarkan sebagai seorang anak yang pemberani, meski maut di depannya mengintai. Namun bagi sebagian orang pasti merasa terganggu dengan ilustrasi bocah berkaus merah di cover depan buku ini. Jika sebatas melihat nono di cover buku, maka akan terlihat bocah kota yang manja, tambun, dan sedikit nakal dari tatapan matanya. Padahal nono yang diceritakan dalam buku jauh berbeda dengan nono yang ada dicover. So, benar adanya istilah don’t judge a book by its cover.

Selain nono ada beberapa tokoh pendukung yang bisa dibilang dengan apiknya dikisahkan untuk membantu serangkaian perjalanan Nono. Ketika konflik diturunkan oleh penulis setiap tokoh memainkan perannya masing-masing. Imho, djokolelono terbilang handal dalam membagi-bagikan peran kepada tokoh-tokoh dalam buku ini.

Alur cerita yang tidak monoton ditambah dengan variasi karakter menjadi nilai tambah dalam buku ini. Padahal ide dasarnya sungguh sederhana! Ya, itu dapat menjadi parameter kelihaian penulis dalam bercerita.

Namun terlepas dari apiknya permainan karakter ada beberapa hal yang mengganjal. Sebut saja pengulangan deskripsi setting yang digunakan, hal itu terasa menggemaskan bagi pembaca. Satu hal lagi, penggunaan bahasa asing. yak! Anak Rembulan memang memiliki cita rasa lokal, dan sangat aneh jika memaksakan penggunaan istilah asing sebagai judul bab! padahal penulis masih bisa menggunakan bahasa indonesia untuk menggantikan kata tersebut.

well, singkat kata Anak Rembulan merupakan karya fiksi-fantasi dengan cita rasa lokal yang kental. jika anda ingin membaca kisah fiksi-fantasi sekaligus mempelajari sedikit mitos-mitos yang berkembang di tanah jawa, maka buku ini layak untuk anda baca.