Apakah Kepribadian Bisa Berubah?

Rintik hujan sedang turun dengan tenangnya. Menjelang senja di hari minggu ditemani segelas teh hangat, saat yang tepat untuk kembali berkontemplasi dan menuangkannya dalam sebuah tulisan. Kebetulan ada sekelebat pertanyaan yang melintas dalam benak saya, apakah kepribadian bisa berubah?

Psikologi merupakan hal yang cukup menarik bagi saya, bagaimana orang berpikir dan bertindak berdasar berbagai macam faktor. Salah satu hal yang menarik dalam ilmu ini adalah alat bantu berupa tes kepribadian. Sangat banyak macam tes kepribadian yang saya tahu mulai dari Four Temprament, DISC assessment, multiple intelligence dan MBTI Test.

Sayangnya tes kepribadian atau secara umum psikotest ini sangat sulit bagi saya untuk dijalani.

Loh kenapa sulit untuk dijalani?

Sederhana saja, karena saya terlalu manipulatif untuk tes kepribadian semacam ini. Saya ingat betul saat SMP dulu pernah diadakan psikotest minat dan bakat untuk rekomendasi karir. Saat itu saya tertarik dengan profesi wartawan di medan perang. Karenanya saya cukup membayangkan profesi seorang wartawan perang dan menjawab pertanyaan berdasarkan hal tersebut. Hasilnya? Voila! Persis seperti yang saya inginkan.

Di awal usia dewasa saya kembali bermain dengan alat bantu ini guna menentukan pilihan studi, khususnya . Saya berusaha jujur pada diri sendiri, bahkan saya harus mengulanginya sampai lebih dari lima kali dalam waktu yang berbeda. Harapannya hasil tesnya cukup mencerminkan diri saya yang sesungguhnya. Hingga muncullah hasilnya, saya sebagai seorang INTJ berdasarkan hasil test kepribadian menggunakan dengan MBTI.

Setelah saya telusuri lebih jauh, ternyata metode MBTI ini mendapat banyak kritik juga. Karenanya wajar saja ketika saya melakukan tes ketika lulus (INTP) dan hasil setelah satu tahun bekerja (ENTP) berbeda. Point utamanya adalah kepribadian itu merupakan spektrum, bukan titik.

Sebagai gambaran, Myers-Birggs Type Indicator (MBTI) ini adalah psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang. Jadi bisa dibilang kita tidak bisa menentukan kepribadian orang secara strict.

9 Replies to “Apakah Kepribadian Bisa Berubah?”

  1. Tatat

    Saya ga pernah lulus psikotes buat kerja -_- : dua kali di cpns kementerian, sekali buat jd wartawan. Lalu dapet kerja yg ga ada psikotesnya deh.

    Reply
  2. novyaekawati

    Sy kok setiap ikutan psikotes gak pernah paham ya maksudnya Karen’s sering menemukan orang yang nilai psikotesnya paling bagus tapi kualitas kinerjanya buruk dan malah kadang gak bisa diajak koordinasi

    Reply
    • Rifqi

      menurut saya sih piskotes kan tes untuk menggambarkan kepribadian, kepribadian gak ada yang bener/salah. Cuma ya itu, ada yang cenderung bekerja sendiri, komunikasinya asertif/pasif.. ya macem2 lah orang mah. haha..

      Reply
  3. Chika

    Yaa… kata psikolog langganan, kepribadian orang hampir selalu berubah setiap 6 bulan. Dan itu emang terjadi sama aku..
    Eh bahkan buat cewek, tiap bulan berubah..

    Reply
  4. Jaophine

    Menurut aq sih, memang bisa berubah sesuai waktu, tpi perubahanny gk mencolok. Dari INTJ -> INTP, cmn berubah dri Judging ke Perceiving. Dari INTP -> ENTP, berubah dri yg tipe Introvert ke Extrovert.
    Ky aq, dri ISTP, jdi ISFP. aq yg lebih banyak mikir, skrng jdi lebih banyak merasakan. ^^

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *