Mendadak Merapi

Jumat, 26 Oktober 2012

Sekitar pukul 10.00 ponsel saya berdering. Terlihat di layar ternyata telepon dari bang Tedy.
“Qi, anak-anak ceweknya pada cancel nih. Kalo misalnya kita belok ke merapi mau gak?”
Sejenak saya terdiam, meratapi dompet di atas kasur yang semakin kurus di akhir bulan.
“Budget berapa bang? Akhir bulan nih. haha.”
“Hmm, amannya ente bawa 350 aja.”
Langsung saya buka dompet yang sudah terkapar tak berdaya di atas kasur, dan aha! Saya teringat baru saja ada suntikan dana segar yang mengalir ke pundi-pundi saya. Continue Reading →